ada yang begitu benci lagu berkasih-kasihan
ditempeli dinding demi dinding dengan nada tanpa lirik
ada yang begitu membenci tentang puisi
dijejer-bariskan bait demi bait
dipanggilnya orang-orang
berteriak
"seributiga, seribu-tiga"
lalu berlarilah di sepanjang trotoar
orang-orang bergincu arang
pada mulut juga kedalaman jantung-jantung mereka
mereka penjaja yang takhluk pada biasa
:
"kami berhias untuk mereka" katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar