Minggu, 29 April 2012

Dan Ketika...


1/
aku mencarinya sungguh,
pada ilalang merimbun
pada bayang tergambar di jejak edar matari
seolah ini adalah kelahiran kita yang pertama bukan?

aku mencarinya sungguh,
pada semak-semak savana yang tumbuh
selalu ada tunas menguncup malu-malu bukan?

apa diajarkan hujan pada tanah gersang?
pada pelangi melengkung telikung cakrawala, kemudian?
ada deru pada hidup, pada cinta
tak semua yang punah abadi bertahta

2/
suatu pagi dengan percakapan daun gugur, didendangkannya suara rindu. seperti tembang yang diperdengarkan oleh gerisik. tak pernah lagi sumbang.

jadi kapan kau tiba mengucap salam. dan sepasang sandal gunung kau tanggalkan begitu saja.

bukankah aku selalu menunggu dengan sabar, atas pertemuan demi pertemuan yang entah kapan? seperti musim gugur yang selalu menjatuhkan satu demi satu harapan, ada yang tumbuh kemudian

jadi kapan kau tiba mengetuk daun yang lain? daun pintu rumahku yang terpasang tak sekokoh dulu

kemudian kita saling berpeluk, sambil menunggu fajar yang mulai malas terbangun. dan matari yang mogok kerja pagi itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar