Perlahan angin menempuh lajur
membawa kapal demi kapal datang,
singgah, bersetubuh dengan buritan,
kemudian pergi sekejap
Angin terlanjur akrab pada sementara
Angin terlanjur akrab seenaknya
Mercusuar tua perlahan padam
Rasanya ada yang bosan memberi cahaya
Kapal-kapal nelayan yang enggan menetap
Dan hati perempuan jenuh ditinggalkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar