Minggu, 29 April 2012

Kiriman Surat Merah Muda

Sepucuk surat merah muda diloloskannya dari jendela bersekat kaca. Surat itu telah merindu kurir mengantar bahasa diam paling mesra. 

Ini cerita cinta klasik, bukan? Bagaimana kehadiran kurir jauh lebih romantis dari sekedar jajaran alfabet yang menari di ujung penamu. Bagaimana kurir mengetuk pintu, menunggu kemudian berteriak,

"Pos" 

Meski kau lupa membubuhkan perangko, atau mencatatkannya untuk kiriman khusus, surat merah muda itu tak pernah terlambat, selalu tepat waktu. 

Ungkapan rindu memang tak pernah salah waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar