Minggu, 29 April 2012

Kota Perhentian Sementara


seperti ada sepenanda luruh
tahun berlari
persimpangan jalan
mencegat kendaraan terakhir lewat

seperti ada yang tanggal
tinggal di belakang
pasar mulai sepi penjual
beberapa gaduh beranjak pulang

seperti ada yang ingin menggayut kembali
pada perhentian separo tujuan

ia menggendong beban
kau menengok menelengkan wajahmu
waktu yang enggan berhenti berdenyut detak
memburu setiap sudut

aku sepertinya tak pernah lupa
setiap jengkal wajah itu
wajah kenangan di jantung kota
perhentian sementara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar